8 Tips Jitu untuk Mahasiswa Baru DKV

Yeay, akhirnya diterima menjadi mahasiswa DKV. Tapi sebelum mulai perkuliahan, ada baiknya teman-teman cari tahu informasi tentang DKV sebanyak-banyaknya. Hal ini berguna agar teman-teman bisa susun strategi dahulu sebelum masuk ke medan pertempuran. Masuk ke medan perang tanpa menyusun strategi sama saja dengan bunuh diri. Begitu pula dengan perkuliahan. Berikut adalah tips untuk mahasiswa baru jurusan Desain Komunikasi Visual.


1.        Jangan terburu-buru beli peralatan tempur
Peralatan tempur yang saya maksud di sini adalah segala macam peralatan gambar, laptop, ataupun kamera yang dibutuhkan untuk kuliah. Mengapa? Karena membeli semua itu tidak murah. Kalau sudah terlanjur beli dan ternyata saat kuliah tidak terpakai, mubazir. Lebih baik jika belanja peralatan tempur dilakukan setelah masuk kuliah karena biasanya pada pertemuan kelas pertama dosen akan memberi tahu apa saja yang menjadi keperluan studio. Bukan hanya itu, biasanya dosen akan memberi tahu merek-merek rekomendasinya. Waktu kelas pertama nirmana, dosen saya bahkan mewajibkan kelas saya membeli cat poster merek ‘x’. Jadi, sabarlah menunggu waktu shopping kalian.




2.        Pastikan perlatan tempur itu dapat bertahan lama dalam peperangan
Siapa yang mau membeli barang mahal? Semua orang pasti menginginkan barang murah dengan kualitas terbaik. Sayangnya, sulit untuk menemukan barang seperti itu. Kabar buruknya adalah di DKV kalian harus mau membeli barang yang tergolong cukup mahal dan menutup mata kalian rapat-rapat terhadap barang murah. Memang barang mahal belum tentu bagus dan barang murah belum tentu jelek tetapi kebanyakan barang bagus itu mahal. Saya tidak mengharuskan kalian membeli semuanya harus yang kualitas terbaik. Kalian harus pintar-pintar memilih manakah keperluan tugas kalian yang cukup penting sehingga harus beli merek yang bagus. Awal kuliah, saya cukup pelit dalam membeli peralatan gambar, alhasil tidak sampai satu bulan kuas saya sudah rusak. Padahal, kuas itu masih dipakai sampai semester 4. Akhirnya, saya membeli kuas merek winsor & newton yang notabene mahal tetapi saya puas karena kuas itu telah bertahan selama dua semester ini dan masih bisa dipakai untuk semester depan.




3.        Banyak tanya supaya tidak sesat di jalan
Tidak ada salah dan ruginya jika kalian tanya-tanya atau kepoin kakak tingkat (kating) tentang kehidupan perkuliahan mereka. Saya yakin kalian akan belajar banyak dari kating kalian. Secara pengalaman mereka lebih banyak dari pada kalian karena mereka sudah terjun di perkuliahan lebih dahulu dari kalian. Syukur kalau kating kalian mau membagikan ilmu, tips-tips perkuliahan atau bahkan merekrut kalian untuk ikut kepanitiaan di himpunan mahasiswa DKV kampus kalian. Mungkin memang kalian bisa melihat tips seputar DKV di internet, seperti melihat blog saya ini tetapi lebih baik jika tips itu datang dari kakak tingkat kalian sendiri. Mengapa? Karena rasa asam garam kehidupan perkuliahannya kurang lebih sama dengan kalian. Sungguh tidak ada ruginya bergaul dengan kakak tingkat.




4.        Sebisa mungkin hadir dalam setiap peperangan.
Yang dimaksudkan di sini adalah sebisa mungkin kita selalu hadir dalam setiap perkuliahan. Mungkin saat kalian kuliah nanti, kalian akan mendengar kata-kata bahwa kita harus memanfaatkan jatah bolos semaksimal mungkin. Di kampusku, jatah bolos itu 25% dari jumlah pertemuan atau biasanya berjumlah 4x pertemuan. Cukup banyak bukan? Saya sangat tergiur untuk benar-benar memakai jatah ini empat-empatnya untuk bolos hang out bersama teman-teman. Namun, sering kali sebagai mahasiswa, kita ini lupa kalau kita juga manusia yang bisa sakit. Kita sudah memakai jatah bolos itu di awal semester sehingga kita tidak punya kesempatan lagi untuk tidak hadir di kelas. Ini fatal, teman-teman. Jika kalian melebihi batas ketidakhadiran, kalian tidak diperbolehkan ikut UTS dan UAS. Pastinya, nilai kalian langsung terjun bebas bahkan bisa-bisa kalian gagal di mata kuliah itu.

5.       You are a warrior, not zombie
Hal inilah yang menentukan desainer seperti apakah kalian. Saat h-1 pengumpulan tugas, apakah kalian ingin menjadi desainer zombie yang melek semalaman atau desainer yang tidur nyenyak? Aku tidak menyalahi kalian jika kalian adalah tipe orang yang dapat bekerja sangat produktif di waktu malam dan saya juga tidak mengagung-agungkan kalian yang waktu produktifnya adalah pagi atau siang hari. Yang mau saya tekankan di sini adalah jangan pernah menunda tugas, guys. Kalau kalian sudah terjangkit penyakit ini, butuh perjuangan yang sangat berat untuk sembuh. Saya pun sempat struggle di bagian ini. Awal masuk, saya masih semangat 45. Semester 2 sudah mulai terseok-seok. Sebenarnya tugasnya tidak sebanyak itu, tapi saya malas mengerjakan tugasnya dan baru terburu-buru cari ide h-2 atau h-1 deadline. Jika kalian masih semangat di awal-awal masuk perkuliahan, jaga api semangat itu, guys.




6.        Prajurit tidak boleh sakit.
Mungkin tips ini terlihat konyol, namun ini kenyataannya. DKV seolah-olah tidak mengijinkan mahasiswanya sakit. Di kampus saya, boleh ijin sakit tetapi nilai tugas susulan maksimal B. Jika kalian sehat-sehat saja, masuk studio seperti biasa, nilai kalian bisa saja A.  Sayang sekali, bukan? Pernah satu kali saya mengalami ini. Dengan surat ijin istirahat atau sakit dari dokter poliklinik kampus, saya ijin tidak masuk studio alhasil nilai tugas saya cuma dihargai 60. Padahal, jika saya masuk mungkin saja tugas saya itu bisa di hargai 75-80. Poin ini juga berhubungan dengan poin 5. Jika kalian terbiasa menunda tugas, gaya hidup kalian jadi tidak sehat sehingga menambah chance kalian sakit juga, guys.  Jadi jaga kesehatan ya, guys! Lebih baik buat yang ciwik-ciwik, saat kuliah jangan diet. Kalau diet, chance kalian sakit lebih besar karena asupan gizi yang tak terpenuhi sewaku kalian stress kerja tugas.

7.        Prajurit yang baik tidak akan pernah meremehkan segala tantangan yang ada.
Ini salah satu penyakit anak DKV kebanyakan. Anak DKV pada umumnya terlalu mencintai mata kuliah jurusan sampai-sampai mengabaikan Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU). MKDU ini contohnya adalah Filsafat Agama, Etika Profesi, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, PKn, dll. Sebenarnya, MKDU ini sangat membantu meng-cover IPK kalian. Sayang jika kalian bisa maksimal di MKDU dan mendapat nilai A tapi karena kalian tidak serius mengikuti MKDU ini kalian hanya mendapat nilai asal lolos. Meskipun mungkin teman-teman kalian tidak serius di MKDU ini, kalian harus serius karena hal ini yang akan membantu mendongkrak nilai kalian supaya setara atau bahkan dapat melebihi nilai teman-teman kalian yang dari lahir sudah dewa.



8.        Practice until excellent, not perfect
Saya kurang setuju dengan peribahasa populer yang berbunyi ‘practice makes perfect’. Karya kita tidak akan menjadi sempurna sekalipun kita latihan terus menerus. Kita akan menjadi gila jika mengharapkan sesuatu itu dapat menjadi perfect atau sempurna. Mengapa? Nothing is perfect, man. We can not be perfect tetapi jadilah seseorang yang excellent. Orang excellent saya artikan sebagai orang yang selalu berjuang memberikan yang terbaik dalam hidup. Tipe orang seperti ini biasanya sangat menghargai proses yang ada karena mereka paham akan kemampuan mereka masing-masing dan mereka dapat lapang dada berkata “Ini yang terbaik yang bisa kuberikan sekarang. It is okay. I will practice so i can do better.”
Sharing: Jujur saya adalah orang yang sangat perfeksionis tetapi saya semakin hari belajar untuk menanggalkan sifat ini. Awal kuliah, tugas studio saya sering telat kumpul dan tidak selesai karena saya menginginkan semuanya sempurna. Sering kali saya fokus memperhatikan hal-hal yang sebenarnya kurang penting dan mengabaikan apa yang penting. Alhasil, hampir setiap minggu nilai tugas saya dikurangi 10 poin karena telat kumpul dan pernah juga nilai saya dapat 0 karena melebihi batas telat. Saya sempat sedih dan putus asa harus bagaimana supaya tugas saya bisa selesai tepat waktu. Singkat cerita, teman saya mengirimkan quotes dari Jake Parker yang mengatakan bahwa finished, not perfect. Dari situ saya sadar bahwa yang terpenting dalam berkarya adalah selesai bukan kesempurnaan karena kembali lagi, tidak ada yang sempurna. Lagi pula, misal saya tidak selesai meskipun 50% sempurna, dosen saya akan langsung memberi nilai D. Berbeda cerita jika saya selesai tetapi karya saya tidak sepenuhnya rapi, dosen saya akan berbaik hati memberi saya nilai B+ bahkan A.




Itu tips-tips dari saya, adakah tips dari kalian? Ayo sharing di kolom komen. Semoga semua sharing menolong teman-teman maba. Semangat perkuliahannya, guys!

Comments

Popular posts from this blog

Mitos dan Fakta DKV

3 Aplikasi Jitu untuk Designer DKV