3 Aplikasi Jitu untuk Designer DKV
![]() |
Banyak
aplikasi digital yang dapat kita download untuk menolong kita membuat suatu
karya yang luar biasa tetapi saya akan mereview tiga aplikasi yang sangat
populer ciptaan Adobe ini. Di bawah ini adalah tiga aplikasi adobe yang harus
dikuasai seorang designer.
1. Photoshop
Mengapa seorang designer harus
dapat menguasai photoshop? Karena photoshop sangat berguna untuk mengedit
sebuah gambar atau image. Apalagi jika designer itu memiliki keahlian
fotografi. Photoshop menjadi jawaban bagi seorang fotografer untuk menambahkan
efek pada gambar atau menggabung-gabungkan gambar sehingga gambar itu memiliki
nilai yang lebih kuat. Efek pada gambar juga bisa digunakan untuk mendramatisir
nilai yang mau disampaikan seorang desainer itu sendiri kepada audiens. Meskipun kita bukan seorang digital imaging designer sekalipun, menguasai
photoshop akan sangat menolong bagi kita. Bahkan jika kita seorang designer
layout, photoshop akan membantu mempermanis karya kita. Namun, photoshop juga memiliki beberapa kekurangan. Karena berbasis bitmap, file yang dikerjakan di photoshop
jika dizoom terus akan pecah atau kabur. Photoshop juga tidak bisa menggunakan
banyak lembar kerja atau artwork dalam satu file. Photoshop juga tidak bisa meratakan objek sesuai dengan artwork, sehingga butuh ketelitian mata lebih untuk meratakan karya.
2. Illustrator
Ilustrator penting bagi kita,
para designer, apalagi jika kita adalah pencinta ilustrasi. Illustrator yang
akrab disebut Ai ini sangat berbeda dengan photoshop. Jika photoshop memberikan
kita fasilitas untuk mengedit, illustrator memfasilitasi kita untuk mencipta.
Menciptakan karya dari nol. Kita dapat membuat suatu objek atau bentukan yang
kita mau secara bebas menggunakan Ai. Fitur inilah yang membuat saya jatuh
cinta kepada Ai pada klik pertama. Selain itu, saat kita berkerja dengan Ai,
kita tidak perlu takut design kita akan pecah saat dicetak atau dizoom karena
karya kita berbasis vektor yang dijamin tidak akan pecah bahkan bila dizoom berpuluh-puluh
kali sekalipun. Pemula tidak akan menemukan banyak kesulitan berkerja dengan
Ai, apalagi jika sebelumnya sudah memiliki kemampuan kerja dengan photoshop. Menurut
saya, Ai lebih mudah digunakan dibanding program Adobe lainnya. Meskipun Ai
merupakan aplikasi design berbasis vektor tetapi kita tetap bisa mengimpor
image yang ingin kita masukkan dalam design kita.
3. Indesign
Sebelum saya mengenal indesign,
saya sering kali melayout buku menggunakan illustrator. Awalnya saya kira
illustrator merupakan corel versi AI yang bisa digunakan untuk membuat
berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus halaman booklet tetapi ternyata saya salah.
Indesign lebih cocok digunakan untuk melayout buku karena fitur-fiturnya memang
mendukung untuk itu. Indesign membantu kita untuk menciptakan suatu karya
dengan presisi yang luar biasa, bahkan ada garis-garis bantu dalam indesign
yang membantu kita menyamakan ukuran skala satu objek dengan objek lainnya. Saran
saya bila kalian membutuhkan ilustrasi dalam karya kalian, lebih baik bila kalian
membuatnya terlebih dahulu di Ai, baru nanti di-drag ke indesign. Itu lebih
memudahkan dibanding kalian buat di indesign. Begitu pun dengan photoshop.
Indesign tidak dilengkapi dengan fitur mengedit foto. Namun, tingkat presisi di
dalam Indesign tidak diragukan lagi. Selain itu, yang saya suka dari indesign
adalah indesign dapat melakukan save package. Apa itu save package? Indesign akan
menyimpan satu file karya kita secara keseluruhan ke dalam satu folder berserta
dengan seluruh image dan bahkan font yang kita gunakan. Hal ini penting agar
saat kita memindahkan file kita ke PC yang lain image dan font itu juga akan
berpindah sekaligus sehingga kita tidak perlu memindahkannya secara manual.
Perbedaan
ketiga program tersebut.
Photoshop
|
Illustrator
|
Indesign
|
|
Fungsi
|
Edit
foto
|
Membuat
ilustrasi
|
Layout
buku
|
Jumlah objek dalam layer
|
Satu
|
Banyak
|
Banyak
|
Aligning
|
Sesuai
objek yang diseleksi
|
Sesuai
objek yang diseleksi, key object dan artboard
|
Sesuai
objek yang diseleksi, key object, artboard, margin, page dan spread
|
Basis
|
Bitmap
|
Vektor
|
Vektor
|
Format save
|
.psd
|
.ai
|
.idd
|
Save .jpg
|
Bisa
|
Tidak*
|
Tidak*
|
Jumlah objek dalam layer
|
Satu
|
Banyak
|
Banyak
|
Notes:
* Save
karya menjadi .jpg sangat mudah dalam photoshop, tinggal memilih fitur save
dalam file atau CTRL + S. Sedangkan dalam Ai, karya bukannya disave menjadi .jpg,
tapi karya diexport agar dapat berubah format menjadi jpg. Sama halnya dengan
indesign. Indesign hanya menyediakan format .idd dalam fiturnya savenya.
Itulah
karakteristik ketiga aplikasi yang wajib dikuasai oleh seorang designer. Kita harus cerdik untuk memanfaatkan nilai plus dan minus sehingga kita dapat bekerja efektif. Ayo
kita tekun belajar aplikasi ini guna menolong kita mengeksekusikan karya-karya
terbaik kita!
Bagaimanakah
pendapat kalian tentang aplikasi ini? Yuk, sharingkan pendapat atau pun
pengalaman kalian mengoperasikan aplikasi ini. Semoga menolong teman-teman yang
lain.




Comments
Post a Comment